Kebenaran Atas Kebencian
Copyright©2005, BISMA SJAWAL
Barisan sisi sebelah kanan berkata; Aku benar, karena memang aku benar…..
Barisan sisi sebelah kiri pun berkata; Aku benar, karena memang aku pasti benar….
Awalnya ada dua kebenaran yang bertentangan dan dipertentangkan
Kedua-duanya ingin pembenarannya menjadi kebenaran yang hanya satu, yang mutlak.
Selanjutnya, saat yang satu tidak ingin mendengar yang lainnya, dibutuhkan langkah hakiki, sehingga harus mengikuti kebenarannya
Hilanglah kontekstual kebenaran
Hilanglah perjuangan, akan kebenaran yang mutlak.
Yang tersisa kini adalah kebencian mutlak, yang mengesahkan tindakan
Yang tersisa kini adalah tindakan berazaskan kebencian yang menghalalkan perbuatan semena-mena
Yang tersisa kini adalah perjuangan demi kebencian di atas kebencian
Yang tersisa kini adalah perebutan kepemimpinan para penghasut kebencian
Yang tersisa kini adalah topeng berkedok kebenaran
Yang paling pasti, kebenaran adalah mutlak milik ilahiah,
Sedang ketidak benaran adalah mutlak milik insani
Kebenaran yang diakui sebagi milik insani, adalah cikal bakal kudeta peran ilahiah
Kudeta peran ilahiah, adalah bahkan penentangan keyakinan akan ilahiah
Ketika diri memperjuangkan untuk mengembalikan kebenaran pada ilahi.
Maka saat itu diri berperang dengan kesalahan yang tersisa ada pada diri
Dalam suatu Perang, Jihad yang Akbar……..
Memperbaiki kehidupan diri, Sedemikian memperbaiki kualitas takwa…...
Karena yang demikianlah manusia diperintahkan
Dan untuk itu diri akan dilindungi, disaat pihak lain melakukan kesewenangan kebencian
Perlindungan itu tidak saja dengan diam, tapi kelak melalui kekuatan melawan yang tidak lagi bersendikan kebencian
Sekali lagi, di saat kita tidak yakin akan dilindungi, tidak yakin akan kemenangan kebenaran ilahi…….
Disaat itu kita telah kehilangan keyakinan akan Ilahi. Jangan……..
Jangan tersesat dalam kebencian
Barisan sisi sebelah kanan berkata; Aku benar, karena memang aku benar…..
Barisan sisi sebelah kiri pun berkata; Aku benar, karena memang aku pasti benar….
Awalnya ada dua kebenaran yang bertentangan dan dipertentangkan
Kedua-duanya ingin pembenarannya menjadi kebenaran yang hanya satu, yang mutlak.
Selanjutnya, saat yang satu tidak ingin mendengar yang lainnya, dibutuhkan langkah hakiki, sehingga harus mengikuti kebenarannya
Hilanglah kontekstual kebenaran
Hilanglah perjuangan, akan kebenaran yang mutlak.
Yang tersisa kini adalah kebencian mutlak, yang mengesahkan tindakan
Yang tersisa kini adalah tindakan berazaskan kebencian yang menghalalkan perbuatan semena-mena
Yang tersisa kini adalah perjuangan demi kebencian di atas kebencian
Yang tersisa kini adalah perebutan kepemimpinan para penghasut kebencian
Yang tersisa kini adalah topeng berkedok kebenaran
Yang paling pasti, kebenaran adalah mutlak milik ilahiah,
Sedang ketidak benaran adalah mutlak milik insani
Kebenaran yang diakui sebagi milik insani, adalah cikal bakal kudeta peran ilahiah
Kudeta peran ilahiah, adalah bahkan penentangan keyakinan akan ilahiah
Ketika diri memperjuangkan untuk mengembalikan kebenaran pada ilahi.
Maka saat itu diri berperang dengan kesalahan yang tersisa ada pada diri
Dalam suatu Perang, Jihad yang Akbar……..
Memperbaiki kehidupan diri, Sedemikian memperbaiki kualitas takwa…...
Karena yang demikianlah manusia diperintahkan
Dan untuk itu diri akan dilindungi, disaat pihak lain melakukan kesewenangan kebencian
Perlindungan itu tidak saja dengan diam, tapi kelak melalui kekuatan melawan yang tidak lagi bersendikan kebencian
Sekali lagi, di saat kita tidak yakin akan dilindungi, tidak yakin akan kemenangan kebenaran ilahi…….
Disaat itu kita telah kehilangan keyakinan akan Ilahi. Jangan……..
Jangan tersesat dalam kebencian

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home