The Sixth Sense-ation

Rasa dan intuisi adalah perubah dunia. Tanpanya, peradaban manusia tidak akan digerakan menuju kehidupan yang lebih sempurna. Tidak ada keberanian dan terobosan akan perubahan, tanpa rasa dan intuisi yang menggerakannya. Rasa dan intuisi adalah indera ke enam, yang banyak dinafikan oleh indera yang hanya lima. The Sixth sense-ation, menggerakan rasa dan intuisi, tidak sebagai tak terjamah dan tak terkelola. Lintas budaya, sains-teknologi, ideologi, bisnis, sosial, politik, negara.

Tuesday, January 17, 2006

Aku Seekor Ikan Teri

Copyright©2005,BISMA, SJAWAL

Aku Seekor Ikan Teri.....

Saking kecilnya aku,
Sering aku bingung dan panik ketika dimana-mana air menjadi keruh.
Ketika itu….. sebuah kapal feri sedang lewat di atas ku.
Sejauh siripku mengayuh….. menjauh……, tetap saja kutemukan air yang keruh.
Karena……

Ya, saking kecilnya aku,
Sering aku merasa lemah dan was-was, ketika tiba-tiba ikan disekelilingku berenang berupaya menyelamatkan diri
Ketika itu…. ikan yang lebih besar sedang berdigjaya mengejar mangsa yang lebih kecil, atau ketika itu…… ada nelayan yang sedang menarik jaringnya.
Dalam lemahnya siripku mengayuh, ternyata aku sering terbebas dari kekacauan itu
Mungkin karena……

Ya, saking kecilnya aku
Aku mengenali semua kejadian-kejadian disekelilingku. Mulai sahabatku para plankton, sampai dengan raja ikan Hiu, mereka selalu terekam dalam perhatianku.
Sehingga aku dapat lebih dewasa, memahami keterkaitan dan hubungan ketergantungan yang hakiki dan mengikat dari semua makhluk teman-temanku.
Ku kenali dengan cara yang mikro dan mendetail, sehingga bahkan tak ada yang terluput
Syukurku, karena……

Ya, saking kecilnya aku
Saat aku harus menyempurnakan hidup ku dalam kematianku
Ketika itu tubuhku terkulai dalam hidangan, aku berserah diri pada makhluk yang paling sempurna di muka bumi, aku berserah diri untuk dinikmati, dan kelak menjadikan syukur bagi manusia yang menyantapku.
Sehingga dalam nikmat dan syukurnya, kelak ia akan berbuat yang terbaik dalam menjaga rahmat alam, termasuk keseimbangan laut tempatku tinggal dahulu.
Ketika itu….. aku tersadar, hanya akulah diantara species teman-temanku yang lain, yang dapat secara lengkap dan utuh menyerahkan semua tubuhku, tanpa tercabik dan terpisah, menjadi pemberi rasa nikmat bagi manusia.
Sempurnalah aku, karena…….

Ya, saking kecilnya aku

Thursday, January 05, 2006

Anakku Belajar Membenci

(Copyright©2005, BISMA, SYAWAL )

Hari yang lalu
Anak-anak ku tengah bermain dengan senangnya
Ketika yang terkecil tiba-tiba mencariku…
Ayah….., ! Kakak bermain curangi aku ……
Satu jam setelahnya, ia berkata lagi,
Ayah……! Kakak maunya menang terus
Akhirnya, setelah itu,…
Ayah……! Kakak merusakan mainan ku…. Hu…hu…hu
Aku benci kakak, aku benci, benci benci….. kakak….
Aku tidak mau bermain lagi dengan kakak….

Anak-anakku rupanya tengah belajar membenci.

Kebencian yang kelak pula akan ia hadapi dimana-mana, yang kelak akan sulit ia hindari.
Kebencian yang akan membentuk dasar sikapnya dalam bertindak, dan kelak, refleksikan citra dirinya dalam kehidupannya.

Aku khawatir, ruh, jiwa dan ketetapan hatinya begitu rentan, dibentuk oleh pahatan kebencian dan kebencian, yang beruntun akan ia temukan.
Pahatan yang tajam yang membelokan dan mengacaukan pola sikapnya, jalan pikirannya, dan nilai-nilai haikiki kehidupannya.

Aku bingung harus berkata apa.......

Hari berikutnya, anak-anak ku tengah bermain dengan riangnya kembali.

Aku sempat merasa lega, bahwa telah selesai urusanku untuk menerangkan buruknya pengaruh prilaku kebencian.
Namun, aku tersadar, kebencian itu pasti hanya berehat sejenak. Dan ia akan datang menyelinap, kembali memanfaatkan semua peluang. Dan rumahku akan ramai kembali.

Baiklah! kalau begitu, Aku akan katakan saja pada anakku, begini…..

Anakku jangan takut membenci.
Karena darinya kau tak dapat bersembunyi.
Bila ada yang mengganggumu, taruh bencimu pada perbuatannya, bukan pada dirinya.
Bencilah pada perbuatan itu, karena perbuatan itu menyakitkanmu.
Dan semakin bencikan, bila kau lah yang melakukan perbuatan itu.
Haramkan dirimu untuk melakukan perbuatan yang kau benci itu.
Terhadap pengganggu mu, Tak perlu kau taruh kebencianmu.
Kau sayangi dia. karena semoga ia berada dalam kekhilafan atas perbuatannya, dan semoga ia akan menyadari kesalahannya, berlanjut kata maaf, serta penyesalan.

Semoga anak-anakku dapat mengertikan kata-kataku, yang sepertinya tak tepat usia.
Semoga anak-anakku, dapat memahami kebencian dan menaruhnya di tempat yang tepat.
Semoga anak-anakku, dapat meredam reaksi berantai kebencian, sejak saat cikal.
Semoga anak-anakku, dapat merahmati alam dengan prilaku sikap dan akhlak diri, dengan meninggalkan perbuatan, yang dikenali sebagai, dibencikan.

Anakku….
Kebencian itu sesungguhnya untuk menyempurnakan dirimu, bila kau lulus terapkannya pada dirimu…..

Monday, January 02, 2006

Akhir Sapa ….

(Copyright©2005, BISMA (SJAWAL))

Kita senang menyapa ketika muda, …. selagi bersekolah…
Senangnya berkawan berbagi suka duka.
Senangnya kesamaan perjuangan....
Goda-goda gadis, kopi praktikum, buat kebetan,
Untuk akhirnya, impikan lulus kuliah…..

Kita pilih-pilih menyapa ketika membuka dunia, …. selagi bekerja…
Pilih-pilihnya bercerita tentang pencapaian hasil kerja.
Pilih-pilihnya kesamaan atau perbedaan nasib...
Utak-atik strategi promosi atau bisnis baru, fasilitas terbaik,
Untuk akhirnya, impikan harapan kelanggengan….

Kita enggan menyapa ketika tenggelam dalam dunia, ….selagi bertanya-tanya…
Enggannya menterjemahkan kecemasankah ataukah kepuasankah.
Enggannya melihat peluang semakin mengecil, sementara tantangan semakin membesar...
Cari-cari pencerahan atau terpaksa menerima dalam sungut,
Untuk akhirnya, impikan mengganti semua kenyataan….

Ketika sapa menjadi langka.
Sebab sudah tak ada lagi kegembiraan dan semangat…..yang diceritakan
Sebab sudah tak ada lagi nilai-nilai dalam perjuangan hidup…..yang dihikmahkan
Sepinya sapa, sepinya tepian kubur..... yang disambut lebih dini…….!

Jangan akhiri sapa….
Dalam kondisi apa pun, rindukan adanya sapaan…
Kumpulkan penyapa dan bahan sapaan, sebanyak hari-hari yang akan dilalui
Yang sedia dan cukup banyak, untuk langgengnya bersapa …
Apapun sapaan itu…