Akhir Sapa ….
(Copyright©2005, BISMA (SJAWAL))
Kita senang menyapa ketika muda, …. selagi bersekolah…
Senangnya berkawan berbagi suka duka.
Senangnya kesamaan perjuangan....
Goda-goda gadis, kopi praktikum, buat kebetan,
Untuk akhirnya, impikan lulus kuliah…..
Kita pilih-pilih menyapa ketika membuka dunia, …. selagi bekerja…
Pilih-pilihnya bercerita tentang pencapaian hasil kerja.
Pilih-pilihnya kesamaan atau perbedaan nasib...
Utak-atik strategi promosi atau bisnis baru, fasilitas terbaik,
Untuk akhirnya, impikan harapan kelanggengan….
Kita enggan menyapa ketika tenggelam dalam dunia, ….selagi bertanya-tanya…
Enggannya menterjemahkan kecemasankah ataukah kepuasankah.
Enggannya melihat peluang semakin mengecil, sementara tantangan semakin membesar...
Cari-cari pencerahan atau terpaksa menerima dalam sungut,
Untuk akhirnya, impikan mengganti semua kenyataan….
Ketika sapa menjadi langka.
Sebab sudah tak ada lagi kegembiraan dan semangat…..yang diceritakan
Sebab sudah tak ada lagi nilai-nilai dalam perjuangan hidup…..yang dihikmahkan
Sepinya sapa, sepinya tepian kubur..... yang disambut lebih dini…….!
Jangan akhiri sapa….
Dalam kondisi apa pun, rindukan adanya sapaan…
Kumpulkan penyapa dan bahan sapaan, sebanyak hari-hari yang akan dilalui
Yang sedia dan cukup banyak, untuk langgengnya bersapa …
Apapun sapaan itu…
Kita senang menyapa ketika muda, …. selagi bersekolah…
Senangnya berkawan berbagi suka duka.
Senangnya kesamaan perjuangan....
Goda-goda gadis, kopi praktikum, buat kebetan,
Untuk akhirnya, impikan lulus kuliah…..
Kita pilih-pilih menyapa ketika membuka dunia, …. selagi bekerja…
Pilih-pilihnya bercerita tentang pencapaian hasil kerja.
Pilih-pilihnya kesamaan atau perbedaan nasib...
Utak-atik strategi promosi atau bisnis baru, fasilitas terbaik,
Untuk akhirnya, impikan harapan kelanggengan….
Kita enggan menyapa ketika tenggelam dalam dunia, ….selagi bertanya-tanya…
Enggannya menterjemahkan kecemasankah ataukah kepuasankah.
Enggannya melihat peluang semakin mengecil, sementara tantangan semakin membesar...
Cari-cari pencerahan atau terpaksa menerima dalam sungut,
Untuk akhirnya, impikan mengganti semua kenyataan….
Ketika sapa menjadi langka.
Sebab sudah tak ada lagi kegembiraan dan semangat…..yang diceritakan
Sebab sudah tak ada lagi nilai-nilai dalam perjuangan hidup…..yang dihikmahkan
Sepinya sapa, sepinya tepian kubur..... yang disambut lebih dini…….!
Jangan akhiri sapa….
Dalam kondisi apa pun, rindukan adanya sapaan…
Kumpulkan penyapa dan bahan sapaan, sebanyak hari-hari yang akan dilalui
Yang sedia dan cukup banyak, untuk langgengnya bersapa …
Apapun sapaan itu…

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home