The Sixth Sense-ation

Rasa dan intuisi adalah perubah dunia. Tanpanya, peradaban manusia tidak akan digerakan menuju kehidupan yang lebih sempurna. Tidak ada keberanian dan terobosan akan perubahan, tanpa rasa dan intuisi yang menggerakannya. Rasa dan intuisi adalah indera ke enam, yang banyak dinafikan oleh indera yang hanya lima. The Sixth sense-ation, menggerakan rasa dan intuisi, tidak sebagai tak terjamah dan tak terkelola. Lintas budaya, sains-teknologi, ideologi, bisnis, sosial, politik, negara.

Thursday, January 05, 2006

Anakku Belajar Membenci

(Copyright©2005, BISMA, SYAWAL )

Hari yang lalu
Anak-anak ku tengah bermain dengan senangnya
Ketika yang terkecil tiba-tiba mencariku…
Ayah….., ! Kakak bermain curangi aku ……
Satu jam setelahnya, ia berkata lagi,
Ayah……! Kakak maunya menang terus
Akhirnya, setelah itu,…
Ayah……! Kakak merusakan mainan ku…. Hu…hu…hu
Aku benci kakak, aku benci, benci benci….. kakak….
Aku tidak mau bermain lagi dengan kakak….

Anak-anakku rupanya tengah belajar membenci.

Kebencian yang kelak pula akan ia hadapi dimana-mana, yang kelak akan sulit ia hindari.
Kebencian yang akan membentuk dasar sikapnya dalam bertindak, dan kelak, refleksikan citra dirinya dalam kehidupannya.

Aku khawatir, ruh, jiwa dan ketetapan hatinya begitu rentan, dibentuk oleh pahatan kebencian dan kebencian, yang beruntun akan ia temukan.
Pahatan yang tajam yang membelokan dan mengacaukan pola sikapnya, jalan pikirannya, dan nilai-nilai haikiki kehidupannya.

Aku bingung harus berkata apa.......

Hari berikutnya, anak-anak ku tengah bermain dengan riangnya kembali.

Aku sempat merasa lega, bahwa telah selesai urusanku untuk menerangkan buruknya pengaruh prilaku kebencian.
Namun, aku tersadar, kebencian itu pasti hanya berehat sejenak. Dan ia akan datang menyelinap, kembali memanfaatkan semua peluang. Dan rumahku akan ramai kembali.

Baiklah! kalau begitu, Aku akan katakan saja pada anakku, begini…..

Anakku jangan takut membenci.
Karena darinya kau tak dapat bersembunyi.
Bila ada yang mengganggumu, taruh bencimu pada perbuatannya, bukan pada dirinya.
Bencilah pada perbuatan itu, karena perbuatan itu menyakitkanmu.
Dan semakin bencikan, bila kau lah yang melakukan perbuatan itu.
Haramkan dirimu untuk melakukan perbuatan yang kau benci itu.
Terhadap pengganggu mu, Tak perlu kau taruh kebencianmu.
Kau sayangi dia. karena semoga ia berada dalam kekhilafan atas perbuatannya, dan semoga ia akan menyadari kesalahannya, berlanjut kata maaf, serta penyesalan.

Semoga anak-anakku dapat mengertikan kata-kataku, yang sepertinya tak tepat usia.
Semoga anak-anakku, dapat memahami kebencian dan menaruhnya di tempat yang tepat.
Semoga anak-anakku, dapat meredam reaksi berantai kebencian, sejak saat cikal.
Semoga anak-anakku, dapat merahmati alam dengan prilaku sikap dan akhlak diri, dengan meninggalkan perbuatan, yang dikenali sebagai, dibencikan.

Anakku….
Kebencian itu sesungguhnya untuk menyempurnakan dirimu, bila kau lulus terapkannya pada dirimu…..

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home