Menangis.... saat masih bisa menangis
(Copyright©2005, BISMA SYAWAL)
Menangis..., awalnya ku kenali sebagai respon ketidak berdayaan atas kejadian dalam kepedihan, yang menimpa manusia.
Sehingga menangis itu... dianggap perlu diidentikan dengan kelemahan.
Apalagi disaat kita masih indekos di rumah Bu Mi’, alias si "tante dunia", dengan aturan kos yang rada-rada nganut supermansis premanismus, gitu(!?!?)
Menangis..., selanjutnya dikenali akan menimbulkan rasa prihatin dan kasihaaaan..., bagi orang-orang disekelilingnya.
Sehingga yang menangis itu, kelak dianggap layak dan sah memikul beban untuk di-kasihan-i atas ke tak-berdayaan-nya.
Maka......, menangis lah.
Sebagai ukuran adanya rasa pedih mu yang terusik, dan kau masih waras akan nilai itu.
Padahal..., menangis lah.
Sebagai pertanda bahwa, kau gagah berani dalam jujur, dan tidak mengkhawatirkan diri untuk dianggap melemah.
Dengan menangislah...maka aku tahu, bahwa dalam kegilaan-kegilaan dan wajah-wajah hipokrit, kukenali kau masih WARAS dan TIDAK MUNAFIK.
Maka aku pun berdoa,
Ya Tuhan.....izinkan aku menangis... saat masih bisa menangis
Namun, janganlah kau menangis!
Bilamana kau suka agar orang menganggap mu layak dikasihani, karena kau akan menjelma sejatinya orang lemah!
Juga, janganlah kau menangis!
Bilamana kau suka agar orang memihakmu dengan rasa kasihan, karena kau akan menjelma sejatinya penipu ulung!
Menangis..., awalnya ku kenali sebagai respon ketidak berdayaan atas kejadian dalam kepedihan, yang menimpa manusia.
Sehingga menangis itu... dianggap perlu diidentikan dengan kelemahan.
Apalagi disaat kita masih indekos di rumah Bu Mi’, alias si "tante dunia", dengan aturan kos yang rada-rada nganut supermansis premanismus, gitu(!?!?)
Menangis..., selanjutnya dikenali akan menimbulkan rasa prihatin dan kasihaaaan..., bagi orang-orang disekelilingnya.
Sehingga yang menangis itu, kelak dianggap layak dan sah memikul beban untuk di-kasihan-i atas ke tak-berdayaan-nya.
Maka......, menangis lah.
Sebagai ukuran adanya rasa pedih mu yang terusik, dan kau masih waras akan nilai itu.
Padahal..., menangis lah.
Sebagai pertanda bahwa, kau gagah berani dalam jujur, dan tidak mengkhawatirkan diri untuk dianggap melemah.
Dengan menangislah...maka aku tahu, bahwa dalam kegilaan-kegilaan dan wajah-wajah hipokrit, kukenali kau masih WARAS dan TIDAK MUNAFIK.
Maka aku pun berdoa,
Ya Tuhan.....izinkan aku menangis... saat masih bisa menangis
Namun, janganlah kau menangis!
Bilamana kau suka agar orang menganggap mu layak dikasihani, karena kau akan menjelma sejatinya orang lemah!
Juga, janganlah kau menangis!
Bilamana kau suka agar orang memihakmu dengan rasa kasihan, karena kau akan menjelma sejatinya penipu ulung!

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home