Ayah dan Ibu Ku
Seorang Sahabat bertanya tentang bagaimana ihwal Ayah dan Ibu....?
Ayah & Ibu adalah segalanya tentang kebersamaan.
Mereka bukan cerita satu persatu.
Sedemikian tak ada cerita atau kisah, yg mampu memisahkan mereka.
Mereka selalu tersampaikan sebagai kesatuan tak terpisahkan.
Sebagai aku, selembar kanvas yg putih bersih,
Mereka menyiapkan bersama warna2, kuas tuk mewarnai.........
serta goresan2 awal saat ku masih tak berdaya.
Selanjutnya, mereka menuntun ku cara2 menggoreskan yg sebaik-baiknya.
Silih berganti bentuk lukisan dgn warna2 indah menghiasi diriku........
Sampai kutemukan lukisan terindah bagi diriku.
Karya, goresanku sendiri......
Setiap orang akan beragam memberi komentarnya, akan siapa dan bagaimana diriku.
Suka- tidak suka, baik - buruknya komentar itu.
Namun ada suatu hal yg mereka akan tetap bersepakat tentang aku.
Aku adalah sebagai lukisan indah,.......
berkat bingkai yang indah disekelilingku.
Oh ya, aku lupa,....... bingkai indah itu,
Juga merupakan hiasan karya ayah-ibu ku,........ yg tak kan lekang indahnya karena waktu.
Selalu terbawa menjaga aku, menegakan diriku. Tak tergantikan/terubahkan oleh apa pun.
Bingkai kasih sayang yg melindungi dan menjaga ku, untuk selalu disukai semua orang yg kelak berjumpa denganku.
Selanjutnya bagaimana kasih sayang Ayah dan Ibu, ku rasakan?
Ibu melindungi ku dalam kereta kehidupan, tuk terjaga dari kelaparan, kedinginan, ketakutan dan kecemasan dengan kasih sayangnya.
Ibu adalah luapan kasih sayang dengan penuh sentuhan.
Maka ayah memimpinku di depan di luar kereta, melawan semua rintangan kehidupan, tanpa aku pernah tau betapa bagaimana perjuangannya.
Ayah adalah luapan kasih sayang, bahkan tanpa harus menyentuhku.
Ayah & Ibu adalah segalanya tentang kebersamaan.
Mereka bukan cerita satu persatu.
Sedemikian tak ada cerita atau kisah, yg mampu memisahkan mereka.
Mereka selalu tersampaikan sebagai kesatuan tak terpisahkan.
Sebagai aku, selembar kanvas yg putih bersih,
Mereka menyiapkan bersama warna2, kuas tuk mewarnai.........
serta goresan2 awal saat ku masih tak berdaya.
Selanjutnya, mereka menuntun ku cara2 menggoreskan yg sebaik-baiknya.
Silih berganti bentuk lukisan dgn warna2 indah menghiasi diriku........
Sampai kutemukan lukisan terindah bagi diriku.
Karya, goresanku sendiri......
Setiap orang akan beragam memberi komentarnya, akan siapa dan bagaimana diriku.
Suka- tidak suka, baik - buruknya komentar itu.
Namun ada suatu hal yg mereka akan tetap bersepakat tentang aku.
Aku adalah sebagai lukisan indah,.......
berkat bingkai yang indah disekelilingku.
Oh ya, aku lupa,....... bingkai indah itu,
Juga merupakan hiasan karya ayah-ibu ku,........ yg tak kan lekang indahnya karena waktu.
Selalu terbawa menjaga aku, menegakan diriku. Tak tergantikan/terubahkan oleh apa pun.
Bingkai kasih sayang yg melindungi dan menjaga ku, untuk selalu disukai semua orang yg kelak berjumpa denganku.
Selanjutnya bagaimana kasih sayang Ayah dan Ibu, ku rasakan?
Ibu melindungi ku dalam kereta kehidupan, tuk terjaga dari kelaparan, kedinginan, ketakutan dan kecemasan dengan kasih sayangnya.
Ibu adalah luapan kasih sayang dengan penuh sentuhan.
Maka ayah memimpinku di depan di luar kereta, melawan semua rintangan kehidupan, tanpa aku pernah tau betapa bagaimana perjuangannya.
Ayah adalah luapan kasih sayang, bahkan tanpa harus menyentuhku.
