The Sixth Sense-ation

Rasa dan intuisi adalah perubah dunia. Tanpanya, peradaban manusia tidak akan digerakan menuju kehidupan yang lebih sempurna. Tidak ada keberanian dan terobosan akan perubahan, tanpa rasa dan intuisi yang menggerakannya. Rasa dan intuisi adalah indera ke enam, yang banyak dinafikan oleh indera yang hanya lima. The Sixth sense-ation, menggerakan rasa dan intuisi, tidak sebagai tak terjamah dan tak terkelola. Lintas budaya, sains-teknologi, ideologi, bisnis, sosial, politik, negara.

Monday, December 26, 2005

Dunia Kecil

(Copyright©2005, BISMA Desember)

Terasing…, ketika tersasar,……..
Dimana-mana situasi membingungkan, tak bersahabat, tak ada jalan keluar
Sangat mengerikan…

Apalagi, Dunia begitu teramat besar….
Kesana kemari, besar kemungkinan kita terkelabui, tak dikenali
Sungguh menyesatkan…

Ditambah lagi, Dunia begitu ramai ….
Kesana kemari, besar kemungkinan kita bersaingan, saling bersikutan
Sungguh menakutkan…

Seandainya dunia bisa mengecil
Akan tenanglah kita, tidak akan asing tertelan jarak dan tempat
Akan tenanglah kita, tidak akan bingung khawatir tergelincir persaingan.

Kemarin seorang kawan jauh berkata, wah dunia ini kecil…
Hanya karena ia menemukan bahwa istri ku adalah ternyata kenalannya.

Kun fa ya kun……
Jadilah dunia kecil….!
Bilamana kita bisa kenali kawan, dan kumpulkan sebanyak-banyaknya.
Dunia mengecil…….!
Bilamana asing atau bingung, tanyalah kawan….

Tuesday, December 20, 2005

Cukup 10%

(Copyright©2005, BISMA (Desember))

Jangan kau limpahkan 100% cintamu untukku….
Aku khawatir, bila kekecewaan terhimpun, melemahkan pilar penyangga hubungan kita.
Sementara, tak ada yang lain yang membantu menopangnya.
Dan bila ia telah sampai pada masa lelahnya,
Aku khawatir, semua bisa roboh, berantakan…..

Aku cukup mencintai mu 10%, demikian pula yang ku harap darimu.

Berikanlah 30% cintamu, untuk anak-anak kita.
Luapan penghiburan kita, penopang bukti kasih sayang kita….
Berikanlah 60% cintamu, untuk Allah dan Rasul junjungan kita.
Serapan ketenangan kita, penopang bukti tujuan kebersamaan kita…

Bersama anak-anak kita, ada cinta ku titip disana.
Bersama Allah dan Rasulullah, ada pula cinta ku terjelma disana.

Melalui semua penyangga, yang kokoh mempersatukan kita.......
Akan ku nikmati 100% cinta dari mu

Thursday, December 15, 2005

POHON DI DEPAN RUMAH

Copyright©2005, BISMA (SJAWAL)

Pagi yang bening.
Aku menatap pohon di depan rumah. Dengan kokoh ia berdiri setiap hari tanpa lelah,
Aku heran, apa sebenarnya yang ia lakukan?
Sebab bagi aku sebagai manusia, setiap pagi haruslah telah memiliki kegiatan yang bertujuan. Mengisi kehidupan.
Aku terhenyak ketika tiba-tiba, pohon di depan rumah menyapaku

“Kenapa kamu mempertanyakanku……?
Tidakkah kau lihat, anak-anakmu bermain-main riang terlindungi teriknya matahari…?
Cobalah kau rasakan semilirnya angin dengan goyangan daun-daunku………..………?
Tidakkah kau rasakan segarnya nafasmu, dengan aku berfungsi sebagai pemasok tunggal kebutuhan oksigen dari kotornya udara yang ada disekitarmu……..?”

Pohonku terus berbicara, disaat aku belum lagi mampu merinci setiap manfaat yang baru saja ia selesai kalimatkan.
Karena saat itu begitu terpakunya aku, melihat manfaatnya yang begitu nyata tidak terbantahkan!
Sampai saat kalimat terakhir ia berkata:

“Semuanya ku lakukan bukan untuk manfaatku. Karena aku tumbuh dan hadir di bumi ini hanya untuk melengkapi kehidupanmu, memberikan manfaat bagimu.
Demikian ku lakukan dengan amat tulus ikhlas, dan aku tak pernah ingin menyebutkannya disisiku sebagai pengorbananku, karena aku tidak pernah merasa berkorban, aku menyukainya dapat hidup bersamamu”

Demikian keesokan harinya, dan untuk setiap pagi, aku selalu menyapanya.
Pohon di depan rumahku, kau sahabatku, sahabat manusia yang sejati, yang dalam diammu kau tak henti memberikan manfaatmu

Sampai………., beberapa minggu kemudian, pagi itu aku tak melihatmu lagi
Kaget! Aku segera mencari istriku dan menanyakan apa gerangan yang terjadi
Dia menjawab polos, “Kita butuh halaman yang lebih luas, ku minta tukang kebun memotongnya………”

Hilanglah sahabat bagi manfaatku, hanya karena engkau tidak mampu berbicara, tidak seharusnya manusia tidak mengerti akan dirimu.
Karena selalu saja, manusia berbicara untuk tujuan manfaat sederhana, sedangkan kamu tidak mampu untuk menyanggah bicara, bahwa manfaatmu jauh melebihi semua manfaat itu

Sekarang…….. aku hanya bisa menyapa pohon-pohon lainnya.
Semoga….

Wednesday, December 14, 2005

KEJAR WAKTU… KAU KU TANGKAP

Copyright©2005, BISMA (SJAWAL)

Jangan kira, kalau kau melompat agar dapat lebih tinggi dari ku, maka kau akan terbang.
Membuat ku selalu terlihat lebih rendah darimu.

Jangan kira, kalau panjangkan omonganmu, agar aku tak sempat menyelanya, maka kau akan mampu untuk berkata terus dengan tiada bernafas.
Membuatmu selalu dapat meyakini kehebatan dirimu, dan membuatku selalu nampak bodoh bagimu

Bisa saja kau siasati ruang dan pikiran
Dengan kau tutup-tutupkan, lebih-lebihkan atau kau kurang-kurangkan
Namun tak bisa kau kelabui waktu
Ia akan menghampirimu,
Membebas nyatakan semua apa yang kau penjarakan
Semua….tanpa kecuali

Maka itu percuma…..
Untuk semua hal-hal yang tak sebenarnya

Monday, December 12, 2005

Apa yang ada saja!

(Copyright©2005, BISMA-December)

Aku mengenalimu,
Bahkan sampai pada hal yang kau luput kenali akan dirimu.
Mungkin karena, tak dapat kau perhatikan dirimu, keseluruhannya.
Seperti….. aku mengenali gerak matamu yang indah…
Sementara kau tak perhatikan itu, bahkan melalui pantulan kaca.

Karenanya…
Tak perlu kau sibuk tunjukan sesuatu padaku,
Padahal sesuatu itu diluar yang ada pada mu, bukan diri mu
Tak perlu kau paksakan dirimu, hanya agar membuat kagumku padamu.
Tak usahlah berbuat, seolah kau ragukan aku mengenalimu.

Aku mengenalimu cukup….
Bahkan darinya aku telah sangat mengaggumimu.
Aku mengaggumimu sungguh…
Bahkan melebihi semua dari apa yang kau kenali.

Friday, December 09, 2005

Side A ... Side B (?!?!)

(Copyright©2005, BISMA (SJAWAL))

Karena….

Kalau kita buat lantai yang putih, yang bersih....
Nanti, yang dicari-cari tampilnya, pasti yang kotornya….

Kalau biasa kita temukan keburukan, sehingga menjemukan….
Nanti, yang ditunggu-tunggu hadirnya, adalah kebaikan….

Kalau biasa asik urusan selalu sempurna dan ingin datang menguntungkan terus….
Nanti, yang singgah datangnya, adalah justru kegagalan dan kerugian….

Padahal….

Dibalik kesukaran ada kemudahan!
Bahkan sesungguhnya..... dibalik kesukaran ada kemudahan!

Maka….

Sekarang, kita sambut yang kita harapkan
Dengan sebelumnya, menyelesaikan tuntas yang tidak kita harapkan.

Tuesday, December 06, 2005

Kebenaran Atas Kebencian

Copyright©2005, BISMA SJAWAL

Barisan sisi sebelah kanan berkata; Aku benar, karena memang aku benar…..
Barisan sisi sebelah kiri pun berkata; Aku benar, karena memang aku pasti benar….
Awalnya ada dua kebenaran yang bertentangan dan dipertentangkan
Kedua-duanya ingin pembenarannya menjadi kebenaran yang hanya satu, yang mutlak.
Selanjutnya, saat yang satu tidak ingin mendengar yang lainnya, dibutuhkan langkah hakiki, sehingga harus mengikuti kebenarannya

Hilanglah kontekstual kebenaran
Hilanglah perjuangan, akan kebenaran yang mutlak.
Yang tersisa kini adalah kebencian mutlak, yang mengesahkan tindakan
Yang tersisa kini adalah tindakan berazaskan kebencian yang menghalalkan perbuatan semena-mena
Yang tersisa kini adalah perjuangan demi kebencian di atas kebencian
Yang tersisa kini adalah perebutan kepemimpinan para penghasut kebencian
Yang tersisa kini adalah topeng berkedok kebenaran

Yang paling pasti, kebenaran adalah mutlak milik ilahiah,
Sedang ketidak benaran adalah mutlak milik insani
Kebenaran yang diakui sebagi milik insani, adalah cikal bakal kudeta peran ilahiah
Kudeta peran ilahiah, adalah bahkan penentangan keyakinan akan ilahiah

Ketika diri memperjuangkan untuk mengembalikan kebenaran pada ilahi.
Maka saat itu diri berperang dengan kesalahan yang tersisa ada pada diri
Dalam suatu Perang, Jihad yang Akbar……..
Memperbaiki kehidupan diri, Sedemikian memperbaiki kualitas takwa…...
Karena yang demikianlah manusia diperintahkan
Dan untuk itu diri akan dilindungi, disaat pihak lain melakukan kesewenangan kebencian
Perlindungan itu tidak saja dengan diam, tapi kelak melalui kekuatan melawan yang tidak lagi bersendikan kebencian

Sekali lagi, di saat kita tidak yakin akan dilindungi, tidak yakin akan kemenangan kebenaran ilahi…….
Disaat itu kita telah kehilangan keyakinan akan Ilahi. Jangan……..
Jangan tersesat dalam kebencian

Ku Tak Jadi Pergi Ke Awan

(Copyright©2005, BISMA, SJAWAL)

Coba awan tidak terlalu tinggi, mungkin kita tentu bisa menjamahnya
Sehingga tidak lagi kita berandai-andai mengenai awan

Sehingga kita bisa merasakan ternyata awan hanya sekumpulan asap-asap tak terpegang
Seperti biasa, kita tentunya hanya bisa mengibas-ngibaskan tangan, menghindari asap-asap sekeliling kita
Kalau begitu, ternyata awan hanya bagus dan enak dilihat jauh dari bawah, dari tempat berdiriku sekarang
Kalau begitu, samalah awan dengan molek pamor dunia yang sempat kuingin-inginkan
Seolah indah, karena terlihat dari jauh, setelah kudekati hanya kekecewaan, karena sebenar-benarnya tidak sesuai dengan yang kuperkirakan bagi diriku.

Tak perlu lah lagi aku pergi ke awan.

Sunday, December 04, 2005

Silat Lidah

((Copyright©2005, BISMA (Desember))

Ayo tutup mata, tutup telinga
Maka kita akan pilih bicara 1000 kata, tanpa makna
Ini hanya fanatisme menuju anarkisme

Ayo buka mata, tutup telinga
Maka kita akan pilih bicara 1000 fakta, tanpa makna
Ini hanya pengakalan teknis yang tiada habis

Ayo buka mata, buka telinga
Maka kita akan pilih bicara 1000 cerita, dibumbu-bumbu makna
Ini hanya asik diskusi tanpa eksekusi

Ayo buka mata, buka telinga dan buka hati
Maka kita akan pilih bicara pilihan kata, yang sarat makna
Ini penjelajahan rasa diiringi intuisi meraga

Dimana,
Harum serta tenang suara kita,
Mampu menerobos batas berpikir kita,
Lugas namun luwes bertindak kita,
Saling menjaga hati kita

Ayo kita mulai…..